Keberadaan Ilmu Sihir telah disebutkan dalam al-Qur’anul Karim dan al-Hadits, jadi kita wajib percaya kepada adanya ilmu Sihir, walau haram mempunyai dan apalagi memakainya, hanya tidak boleh mengi’tikadkan bahwa Ilmu Sihir mempunyai atsar kerja melainkan hanya persambungan saja. Sebab kalau mengi’tikadkan bahwa ilmu sihir mempunyai atsar kerja hukumnya musyrik sekalipun tidak memakainya.
Yang pertama kali mengajarkan ilmu sihir adalah dua malaikat Harut dan Marut. Sebagai pendapat ada yang mengatakan bahwa mereka bukan malaikat melainkan dua raja di Babilonia, sebagaimana difirmankan Allah SWT, dalam al-Qur’an surat 2, al-Baqoroh ayat 102 ;
Artinya : Dan mereka mengikuti api yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), Padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil Yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: “Sesungguhnya Kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir”..
Al-Hadits yang menerangkan adanya sihir adalah hadits yang menceritakan ketika Nabi terkena Sihir Sbb :
Artinya : ketika Rasululloh sakit parah datang dua malaikat menengok, yang satu duduk disebelah kepala Rasululloh, yang satu lagi dekat kakinya, dan dua malaikat tersebut saling bertanya :
Apa sebab laki-laki ini sakit ?
Orang ini terkena sihir.
Dengan apa sihirnya ?
Dengan rambut dan ramuan lain yang terbungkus dalam boneka yang diserupakan kepada Nabi Muhammad SAW. Dan ditusuk dengan sebelas jarum.
Dimana disimpannya ?
Dimasukan ke pelepah kurma dan disimpan di sumur Darwan.
Siapa yang menyimpannya ?
Orang Yahudi, namanya Lubeb bin Ashom.
Kemudian dua malaikat itu menghilang, dan Nabi memerintahkan kepada Sayidina Aly, Jubair dan Amar bin Yasir untuk meyakinkan berita tersebut, dan kemudian ditemukan sebuah boneka yang menyerupai Rosul di bawah batu besar disamping sumur Darwan, sesuai dengan uraian dalam perbincangan dua malaikat tersebut. Berkenaan dengan adanya peristiwa ini Allah SWT menurunkan surat al-Falaq untuk do’anya. Dan Rasululloh membacanya, ditiupkan ke dalam air serta dioleskan kepada tubuhnya.
Praktek dan nama ilmu sihir ada berbagai macam cara antara lain sebagai berikut :
- Sihir Simiya, perwatakan yang timbul dari tanah dan isinya, seperti watak batu Sulaiman, watak minyak Ja’faron, atau kalimat tertentu yang disatukan dengan watak-watak tersebut.
Catatan : kalau watak tanah tersebut sifatnya biasa, yakni sebagaimana ketentuan adat, itu bukan sihir, seperti tanah ini tidak cocok kalau ditanami sayur atau jeruk dsb.
- Sihir Himiya, kejadian luar biasa yang timbul dari perjalanan bintang atau hewan, sehingga dapat menumbangkan pohon-pohon besar, atau menjatuhkan burung yang sedang terbang dsb.
- Sihir Hindy, yaitu pembacaan mantra sambil menyuruh orang banyak untuk menginjak-injak temannya, sehingga seperti yang keluar jantungnya atau hatinya, sambil menyebut-nyebut orang yang dikhianatinya, agar dia mati dan jantungnya copot. Biasanya dalam percobaan pada buah delima sampai keluar bijinya.
- Sihir Yamany, yaitu dengan mempergunakan boneka untuk membalikan wajah seseorang agar wajahnya seperti binatang. Perbuatan ini kalau orangnya sampai mati disebut teluh, kalau hnya berubah rupa namanya tenung, tapi kalau penglihatannya buta/matanya terbalik, namanya Pilamuran.
- Sihir Tilasmat, yaitu coretan-coretan yang tidak dimengerti ma’nanya, seperti huruf dal, huruf tho, lam alif yang terbalik, dsb. Menurut imam Ghozali itu termasuk Sihir.
- Sihir Roqy, yaitu mantra (sunda = jangjawokan) yang tidak dapat dimengerti ma’nanya tapi menimbulkan Khowariqu Lil ‘Adat.
- Sihir Azimat, yaitu tulisan atau perkataan yang diambil dari nama maalaikat atau orang besar (terkenal) yang bila dipanggil akan melayani apa yang diinginkannya.
- Sihir Istikhdamat, yaitu dengan memanggil bintang atau arwah dengan membakar kemenyan dan mengucapkan mantra-mantra, arwah tersebut akan datang sambil menjawab pertanyaan si tukang sihir. Sabda Rasululloh dalam hadist al-Bukhori disebutkan bahwa Istikhdamat itu haram, karena yang datang itu adalah jin atau syetan, bahkan kalau memintanya langsung kepada jin atau syetan tersebut itu (tanpa menyebut nama Allah) Hukumnya Musyrik.
- Sihir Wifiq, yaitu garis atau kolom yang berhuruf, isinya beberapa nama yang baik (Asma Al-Mubarokah) dan minta langsunng kepada gambar tersebut untuk mendatangkan Khowariq, tapi menurut Imam Ghozali ; bilamana tahu maksudnya dan memintanya langsung kepada Allah gambar tersebut hanya merupakan catatan atau tawasul, makka hukumnya halal.
- Sihir Nasyroh, yaitu mengobati sihir dengan sihir lagi, hukumnya haram. Sabda Rasululloh SAW :
اَلنَّشْرَحُ مِنَ الشَّيْطَا نِ
Artinya : Sihir Nasyroh adalah sari syetan
