Taqorub Kepada Allah,swt

Taqorrub kepada Alloh………………

Dalam salah satu Hadist Qudsi,,,,Alloh swt berpirman……

مَنْ تَقَرَّبَ اِلَيَّ شِبْرًا تَقَرَّبْتُ ِالَيْهِ ذِرَاعًا… وَمَنْ تَقَرَّبَ اِلَيَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ اِلَيْهِ بَاعًا….

Artinya:

Barang siapa yang datang kepada Alloh (mendekatkan diri kepada Alloh) satu jengkal,,,Kami akan datang kepadanya (Alloh akan mendekatinya) satu siku,,,dan barang siapa yang mendatangi Alloh (mendekatkan diri kepada Alloh) satu siku,,,,,maka Kami akan mend ekatinya satu depa…………..

Lafadz taqorub yang pertama merupakan “jumlah” yang keduapun adalah “Jumlah”,,,,,,Menurut ilmu Nahwu jumlah adalah termasuk dari Nakiroh…..Menurut ilmu “balaghoh” apabila ada lafadz Nakiroh di tikror,,,maka yang pertama bukanlah yang kedua….

وَمَامِنْ الْقَوَاعِدِ الْمُقَرَّرَهْ…اِذَاَاَتَتْ نَكِرَةٌمُكَرَّرَهْ

تَغَايَرَا وَاِنْ يُّعَرَفْ شَانِيْ…تَوَافَقَا كَذَاالْمُعَرَّفَانِ

Ini menunjukan bahwa taqorubnya mahluk,,,beda dengan taqorubnya Alloh.swt.

=Adapun cara dan upaya Manusia bertaqorub/mendekatkan diri kepada Alloh paling tidak ada tiga cara:…………

  1. Tafakkur………..
  2. Melakukan amal sholeh…….”maksimal beribadah kepada Alloh,,,Maksimal berikhtiar,,,,maksimal dalam menyusun setrategi dalam hidup…..
  3. Ridho akan ketentuan (taqdir) dari Alloh swt.

Tfakkur

Yang dimaksud tafakkur disini, yaitu berfikir, merenung atau memperbanyak mengingat kematian asal kejadian,,,,dari mana ia datang, dimana sekarang berada dan kemana ia akan pulang, bekal apa yang akan di bawa nanti untuk berpulang kepada Alloh,,,siapkah ia mempertanggung jawabkan setip amal perbuatan dihadapan sang pencipta Alloh swt….

Amal Sholeh

Amal sholeh adalah melakukan setiap pekerjaan baik pekerjaan yang sipatnya vertical (mahdloh) Langsung kepada Alloh,,,ataupun pekerjaan yang sipatnya Horizontal (ghoer Mahdloh) berbuat baik kepada sesama, beramal sholeh dengan memperbanyak amal yang bermanfaat untuk hamba yang lainya…dengan disertai tiga hal:…..

  1. Melakukan setiap amal dengan dilandasi niat tulus untuk beribadah kepada Alloh swt………..
  2. Melakukan setiap amal dengan dilandasi niat bahwa semua ini dilakukan semata-mata hanya karena di perintah oleh Alloh swt…
  3. Melakukan setiap amal dengan dilandasi niat bahwa semua ini dilakukan semata-mata hanya untuk mencari keridlhoan dari Alloh swt…

Apabila terkumpul tiga sarat diatas,,,maka insya Alloh akan menjadi amal sholeh,,,,dan sebaliknya apabila tidak terkumpul tiga hal dalam setiap amal,,,,maka amal perbuatanya termasuk amal yang sia-sia…..(tidak ada nilainya di hadapan Alloh swt)

Kenapa demikian?,,,,karena walaupun melakukan perintah Alloh,,,,seperti halnya Sholat,,apabila niat melakukan sholat bukan karena Alloh, dilakukan tidak merasa bahwa ini adalah perintah Alloh, dan dilakukan sholat bukan karena ingin mencari Rdlho Alloh, maka Sholatnya tidak akan menjadi amal sholeh,,,bahakan justru sholatnya akan sia-sia karena tidak mencapai maqom “Maqbul”

Atau orang yang salah menempatkan antara Ma dlumin (urusan Alloh) “perkara yang telah dijamin oleh Alloh swt,”seperti halnya pahala hasil dari amal,,,atau Rizqi hasil dari usaha dan upaya….

Dan “Ma Thulib” (tugas diri/kewajiban Manusia) seperti halnya orang dagang karena ingin keuntungan, orang bekerja karena menginginkan upah, orang bertani karena menginginkan hasil pertanian….karena:,,,keuntungan, jumlah upah dan hasil dari pertanian,,,,itu semuanya adalah urusan Alloh,,,,sekali lagi,, masalah hasil adalah urusan Alloh,,,,urusan kita adalah hanyalah berusaha dan berupaya masalah hasilnya sepenuhnya di kembalikan kepada Alloh swt…

Bukan berarti orang yang dagang jangan berharap keuntungan, yang bekerja jangan berharap upah, yang bertani jangan berharap hasil pertanian,,,,karena dilakukan semua itupun tentunya karena ingin mendapatkan sesuatu….yang berdagang tentunya ingin keuntungan,,,yang bekerja tentunya ingin mendapatkan upah,,,yang