Masa Depan akan Datang dengan Sendirinya

أَتَى أَمْرُ اللهِ فَلاَ تَسْتَعْجِلُوْهُ سُبْحَنَهُ وَتَعَلَى عَمَّا يُشْرِكُوْنَ…

1. Telah pasti datangnya ketetapan Allah[818] Maka janganlah kamu meminta agar disegerakan (datang) nya. Maha suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan.

Janganlah anda mendahului peristiwa yang belum tiba saat kejadianya. Apakah anda ingin menggugurkan kandungan sebelum sempurna masa kandunganya atau ingin memetik buah sebelum tiba masa kematanganya? Sesungguhnya hari esok belum tiba, tiada kenyataan, ujud, bentuk, atau polanya. Karenanya mengapa kita sibuk memikirkanya, merasa khawatir dengan musibahnya, gelisah dengan kejadianya dan memprakirakan bencana yang akan terjadi padanya? Bukankah kita belum mengetahui, bisa jadi kita terhalang untuk sampai ke hari esok atau memang kita akan menjumapainya dan ternyata berubah menjadi hari yang membahagiakan, menggembirakan dan menyenangkan berbeda dengan apa yang dipikirkan sebelumnya? Yang penting, hari esok masih ada di alam gha’ib dan belum lagi sampai ke Bumi. Sesungguhnya kita tidak akan dapat menyebrangi sebuah jembatan sebelum sampai padanya. Atau barangkali saja jembatan itu ambruk sebelum kita sampai padanya atau bisa jadi kita sampai padanya dan dapat menyebranginya dengan selamat.

Sesunggunya membebani pikiran dengan wawasan yang lebih luas daripada luang lingkup jangkauanya tentang masa depan dan membuka lembaran gha’ib selebar-lebarnya, kemudian menyakiti diri dengan hal-hal yang menggelisahkan yang masih di prakirakan kejadianya, merupakan hal yang dibenci oleh syari’at karena hal itu sama artinya dengan memperpanjang angan-angan yang dicela oleh akal sehat, sebab tiada bedanya dengan melawan bayangan. Sesungguhnya banyak manusia di dunia ini yang memprakirakan bahwa dimasa depan ia akan mengalami krisis sandang dan pangan, terkena penyakit, jatuh miskin dan tertimpa berbagai musibah, padahal semua itu merupakan setrategi yang telah dikaji matang di lembaga pendidikan setan.

اَلشَّيْطَنُ يَعِدُكَمُ الْفَقْرَ وَيَأمُرُكُمْ بِا لْفَحْشَاءِ .وَاللهُ يَعِدُكُمْ مَّغْفِرَةً مِّنْهُ وَفَضْلاً وَاللهُ وَ سِعٌ عَلِيْمٌ…

268. Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia[170]. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui.

[170] Balasan yang lebih baik dari apa yang dikerjakan sewaktu di dunia.

Banyak dari kalangan mereka yang menangis karena memikirkan bahwa hari esok mereka akan kelaparan; tahun depan mereka akan sakit dan seratus tahun kemudian dunia ini akan berakhir. Sesungguhnya orang yang usianya bukan miliknya, seharusnya tidak mempertaruhkanya untuk hal yang tidak ada dan orang yang tidak tahu bilakah dirinya akan mati, seharusnya tidak menyibukan diri dengan sesuatu yang belum ada hakikat kenyataanya.

Biarkanlah hari esok datang dengan sendirinya kepada Anda. Janganlah Anda tanyakan tentang berita-beritanya dan jangan Anda tunggu-tunggu tentang kedatanganya, karena Anda sendiri mempunyai kesibukan dengan urusan hari ini.

Jika Anda ingin heran, sudah sepantasnya bila mengherankan sikap mereka yang menukar kebahagiaanya dengan kesusahan secara tunai, sedang kesusahanya itu sendiri akan ia terima kemudian pada hari yang mentarinya saja belum terbit dan cahanyapun belum terlihat. Oleh Karena itu waspadalah! Janganlah sampai Anda berangan-angan terlalu jauh dari realita….Wallahu A’lam….